Penyebab Tidak Berkahnya Ilmu

12.28
Ilmu agama bukanlah tujuan paling utama dari belajar agama dan semata-mata hanya ilmu saja. Akan tetapi tujuan kita belajar agama dan menuntut ilmu adalah agar bisa mengamalkan ilmu tersebut.



Apa Tujuan Menuntut Ilmu yang Sebenarnya?
Perlu kita ingat kembali bahwa ilmu agama bukanlah tujuan paling utama dari belajar agama dan semata-mata hanya ilmu saja. Akan tetapi tujuan kita belajar agama dan menuntut ilmu adalah agar bisa mengamalkan ilmu tersebut. Jika kita sudah berilmu akan tetapi kita tidak bisa mengamalkan ilmu tersebut, inilah yang disebut dengan “ilmu yang tidak berkah.” Tujuan utama ilmu tidak tercapai yaitu diamalkan. Ilmu tersebut bahkan sia-sia karena tidak bisa menjaga orang yang mengetahui ilmu tersebut.
Contoh Ilmu yang Tidak Berkah
Ilmu yang tidak berkah misalnya, ada orang yang tahu banyak hadits dan ayat mengenai “sabar ketika mendapat musibah” bahkan ia hapal ayat dan hadits tersebut. Akan tetapi, ketika ia mendapat musibah, ia malah tidak sabar dan mencela takdir Allah. Semua ayat dan hadits yang ia hapal ia lupakan saat itu .
Contoh Ilmu yang Berkah
Ilmu yang berkah misalnya, ada orang yang mungkin tidak hapal hadits dan ayat tentang “sabar ketika dapat musibah.” Yang ia ingat hanya sepotong perkataan nasehat ustadz yaitu “Orang sabar akan disayang dan dibantu Allah, jadi harus ridha dengan takdir Allah.” Ketika dapat musibah, ia ingat perkataan ini dan iapun sabar serta tetap berbahagia dengan takdir Allah. Ilmu yang sedikit itu berkah dan bisa menjaganya.
Penyebab Tidak Berkahnya Ilmu

1. Niat menuntut ilmu yang tidak ikhlas
Menuntut ilmu harus ikhlas, bukan untuk sombong dan mendapatkan pujian manusia. Seseorang akan mendapatkan ganjaran sesuai niatnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
 “Sesungguhnya amal itu sesuai dengan niatnya. Setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.“[1]
Hendaknya kita perbaiki niatkan dan selalu intropeksi diri baik di awal maupun di tengah-tengah amal kita karena hati dan niat manusia bisa dengan mudah berbolak-balik.
Sufyan Ats-Tsauri berkata,
 “Tidaklah aku berusaha untuk mengobati sesuatu yang lebih berat yaitu meluruskan niatku, karena niat itu senantiasa berbolak-balik.” [2]
2. Menuntut ilmu hanya sebagai wawasan
Artinya kita tidak pernah berniat menuntut ilmu untuk kita amalkan. Segera kita perbaiki niat kita agar menuntut ilmu untuk mengamalkannya.
Abu Qilabah berkata kepada Ayyub As Sakhtiyani,
 “Apabila kamu mendapat ilmu, maka munculkanlah keinginan ibadah padanya. Jangan sampai keinginanmu hanya untuk menyampaikan kepada manusia.”[3]
3. Kurang adab dalam menuntut ilmu
Jika cara meminta dan menuntut ilmu saja sudah salah cara dan adabnya, bagaimana bisa kita dapatkan keberkahan ilmu tersebut? Ibarat seseorang akan minta uang atau pinjam sesuatu pada orang lain, akan tetapi dengan cara yang kasar dan membentak serta adab yang jelek, apakah akan diberi?
Maaf, berikut contoh praktik menuntut ilmu dengan adab yang kurang baik:
-Terlambat datang dan tidak minta izin dahulu, tetapi kalau gurunya terlambat langsung ditelpon atau SMS: “ustadz kajiannya jadi tidak?”
-Kalau tidak datang, tidak izin dahulu (untuk kajian yang khusus) dan kajian datang semaunya
-Duduk selalu paling belakang dan sambil menyandar (tanpa udzur)
-ketika kajian terlalu banyak memainkan HP dan gadget tanpa ada keperluan
-Terlalu banyak bercanda atau ribut dalam majelis Ilmu
-Terlalu Fokus ke Ilmu saja tanpa memperhatikan adab, niatnya hanya ingin memiliki kedudukan yang tinggi di masyarakat serta lupa memperhatikan dan mencontoh adab dan akhlak gurunya.
Contoh adab dalam menuntut ilmu adalah tenang  dan fokus ketika di majelis ilmu. Ahmad bin Sinan menjelaskan mengenai majelis Abdurrahman bin Mahdi, guru Imam Ahmad, beliau berkata,
 “Tidak ada seorangpun berbicara di majelis Abdurrahman bin Mahdi, tidak ada seorangpun yang berdiri, tidak ada seorangpun yang mengasah/meruncingkan pena, tidak ada yang tersenyum.”[4]
4. Sangat jarang atau tidak pernah menghadiri majelis ilmu
Ilmu itu didatangi, bukan mendatangi kita. Tidak bijak jika secara total kita hanya mengandalkan belajar lewat sosial media yang ilmu tersebut datang kepada kita dengan sendirinya. Ulama dahulu menjelaskan,
 “Ilmu (agama) itu didatangi bukan ilmu yang mendatangi”
5. Tidak menuntut ilmu secara bertahap dan tidak istiqamah
Yaitu menuntut ilmu agama tidak teratur dan tidak berurutan sesuai arahan guru. Perhatikan nasihat Syaikh Muhammad Shalih bin Al-‘Utsaimin rahimahullahu berikut:
 “Janganlah mempelajari buku sedikit-sedikit, atau setiap cabang ilmu sepotong-sepotong kemudian meninggalkannya, karena ini membahayakan bagi penuntut ilmu dan menghabiskan waktunya tanpa faidah,
Misalnya:
Sebagian penuntut ilmu memperlajari ilmu nahwu, ia belajar kitab Al-Jurumiyah sebentar kemudian berpindah ke Matan Qathrun nadyi kemudian berpindah ke Matan Al-Alfiyah. Demikian juga ketika mempelajari fikih, belajar Zadul mustaqni sebentar, kemudian Umdatul fiqh sebentar kemudian Al-Mughni kemudian Syarh Al-Muhazzab, dan seterusnya. Cara seperti Ini umumnya tidak mendapatkan ilmu, seandainya ia memperoleh ilmu, maka ia tidak memperoleh kaidah-kaidah dan dasar-dasar.”[5]
Demikian semoga bermanfaat


Sumber: muslim

Tempat Wisata di Bali yang Populer Keindahan Indonesia

03.53
Tempat Wisata di Bali. Bali dan pariwisata tidak dapat dipisahkan. Sebagai wilayah tujuan wisata utama, kekayaan dan keindahan alam serta keanehan seni budayanya menjadi pesona utama. Oleh karena tersebut sektor pariwisata menjadi tumpuan bukan melulu oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tapi pun seluruh lapisan masyarakatnya tidak sedikit berharap dari sektor jasa ini guna menggerakkan roda pembangunan. Apa yang dilaksanakan Pemprov Bali maupun masyarakat untuk membina pariwisata sebetulnya merupakan tahapan tepat. Mengingat potensi Bali bukan di pertambangan atau energi, tetapi di pariwisata melewati budaya, seni, adat-istiadat dan keindahan alamnya.


Mayoritas Tempat Wisata di Bali yakni pantai-pantai cantik nan mempesona. Seperti pantai kuta bali dan sanur yang populer. Tidak melulu itu, masih tidak sedikit pantai lainnya yang bakal menjadi lokasi tujuan wisata anda. Siapa yang tak kenal Bali? Orang mancanegara saja tahu dan suka berwisata ke Bali. Bali memang top sebagai lokasi wisata pantai.

Bali menawarkan daya tarik alam yang estetis nan eksotis. Yang bisa memalingkan duniamu, menciptakan bola matamu berputar menyaksikan pesona pantai bali. Setiap lokasi yang terdapat di Bali memiliki keanehan dan keindahan tersendiri. Berikut susunan tempat-tempat wisata yang terdapat terpopuler di bali yang mesti mesti kamu kunjungi:

Pantai Kuta
Tempat Wisata di Bali. Pantai Kuta ialah sebuah lokasi pariwisata yang terletak kecamatan Kuta, sebelah unsur selatan Kota Denpasar, Bali, Indonesia. Daerah ini adalahsebuah destinasi wisata turis mancanegara dan sudah menjadi objek wisata tumpuan Pulau Bali sejak mula tahun 1970-an. Pantai Kuta tidak jarang pula dinamakan sebagai pantai matahari tenggelam (sunset beach) sebagai lawan dari pantai Sanur. Di samping itu, Lapangan Udara I Gusti Ngurah Rai terletak tidak jauh dari Kuta.

Sebelum menjadi objek wisata, Kuta adalahsebuah pelabuhan dagang lokasi produk lokal diperdagangkan untuk pembeli dari luar Bali. Pada abad ke-19, Mads Lange, seorang saudagar Denmark, datang ke Bali dan menegakkan basis perniagaan di Kuta. Ia berpengalaman bernegosiasi sampai-sampai dirinya familiar diantara raja-raja Bali dan Belanda.

Selanjutnya, Hugh Mahbett mengeluarkan sebuah kitab berjudul “Praise to Kuta” yang berisi anjuran kepada masyarakat setempat guna menyiapkan kemudahan akomodasi wisata. Tujuannya guna mengantisipasi ledakan wisatawan yang berangjangsana ke Bali. Buku tersebut kemudian menginspirasi tidak sedikit orang guna membangun kemudahan wisata laksana penginapan, restoran dan lokasi hiburan.

Sebagai Tempat Wisata di Bali, pantai Kuta dilengkapi lahan parkir di sepanjang pantai, kamar mandi umum, payung pantai, kios makanan dan minuman, serta lokasi penyewaan papan selancar.

Pantai Sanur
Pantai Sanur ialah sebuah lokasi pelancongan pariwisata yang familiar di pulau Bali. Tempat ini letaknya ialah persis di sebelah unsur timur kota Denpasar, ibukota Bali. Sanur sedang di Kotamadya Denpasar.

Karena mempunyai ombak yang lumayan tenang, maka pantai Sanur tidak dapat dipakai guna surfing layaknya Pantai Kuta . Tak jauh lepas Pantai Sanur terdapat pun lokasi wisata selam dan snorkeling. Oleh sebab kondisinya yang ramah, tempat selam ini dapat dipakai oleh semua penyelam dari seluruh tingkatan keahlian.

Tempat Wisata di Bali, Pantai Sanur pun dikenal sebagai Sunrise beach (pantai Matahari terbit) sebagai lawan dari Pantai Kuta.

Karena tempatnya yang sedang di sebelah unsur timur pulau Bali, maka pantai Bali ini menjadi tempat yang tepat untuk merasakan sunrise atau Matahari terbit. Hal ini menjadikan lokasi wisata ini kian menarik, bahkan ada suatu ruas di pantai Sanur ini yang mempunyai nama pantai Matahari Terbit sebab pemandangan ketika Matahari keluar sangat estetis jika disaksikan dari sana.

Sepanjang pantai Bali ini menjadi lokasi yang pas untuk menyaksikan Matahari terbit. Apalagi kini sudah di bina semacam sanderan yang mengandung pondok-pondok mungil yang dapat dijadikan lokasi duduk-duduk menantikan Matahari terbit. Di samping itu, ombak di pantai ini relatif lebih tenang sampai-sampai sangat sesuai untuk ajang rekreasi pantai anak-anak dan tidak berbahaya.

Di samping itu, pengunjung dapat melihat Matahari keluar dengan berenang di pantai. Sebagian area pantai ini memiliki pasir berwarna putih yang eksotis. Dilengkapi dengan pohon pelindung, pengunjung dapat duduk-duduk sambil merasakan jagung bakar ataupun lumpia yang tidak sedikit dijajakan saudagar kaki lima.

Sepanjang Tempat Wisata di Bali ini kini sudah dilengkapi dengan penunjang wisata berupa hotel, restoran ataupun kafe-kafe kecil serta art shop. Salah satu hotel tertua di Bali di bina di pantai ini. Hotel ini mempunyai nama Ina Grand Bali Beach yang terletak persis di ambang pantai. Di samping itu, sepanjang garis pantai pun dibangun semacam lokasi pejalan kaki yang seringkali dipakai sebagai jalur jogging oleh wisatawan ataupun masyarakat lokal. Jalur ini terbentang ke arah selatan melalui pantai Shindu, pantai Karang sampai Semawang sampai-sampai wisatawan dapat berolahraga sekaligus merasakan pemandangan pantai di pagi hari.

Tanah Lot
Tanah Lot ialah sebuah Tempat Wisata di Bali, Indonesia. Di sini terdapat dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing serupa dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini adalahbagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot adalahpura laut lokasi pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Tanah Lot familiar sebagai lokasi yang estetis untuk menyaksikan matahari terbenam.

Berdasarkan keterangan dari legenda, pura ini di bina oleh seorang brahmana yang menjelajah dari Jawa, yakni Danghyang Nirartha yang sukses menguatkan keyakinan penduduk Bali akan doktrin Hindu dan membina Sad Kahyangan itu pada abad ke-16. Pada ketika itu, penguasa Tanah Lot yang mempunyai nama Bendesa Beraben merasa iri kepadanya sebab para pengikutnya mulai pergi untuk mengekor Danghyang Nirartha.

Bendesa Beraben lantas menyuruh Danghyang Nirartha meninggalkan Tanah Lot. Danghyang Nirartha menyanggupi, namun sebelumnya ia dengan kekuatannya mengalihkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membina pura di sana. Ia pun mengganti selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih terdapat sampai kini dan secara ilmiah ular ini tergolong jenis ular laut yang memiliki ciri-ciri berekor pipih laksana ikan, warna hitam berbelang kuning dan memiliki racun 3 kali lebih powerful dari ular cobra. Akhirnya dilafalkan bahwa Bendesa Beraben menjadi pengekor Danghyang Nirartha.

Tempat Wisata di Bali ini terletak di Beraban, Kediri, Tabanan, selama 13 kilometer di sebelah unsur selatan Kota Tabanan.

Di sebelah unsur utara Pura Tanah Lot, suatu pura beda yang di bina di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan Pura dengan daratan dan berbentuk laksana jembatan (melengkung). Pura ini dinamakan Pura Karang Bolong.

Danau Beratan Bedugul
Danau Bratan ialah sebuah telaga yang terletak di area Bedugul, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Danau yang terletak sangat timur salah satu dua telaga lainnya yakni Danau Tamblingan dan Danau Buyan, yang adalahgugusan telaga kembar di dalam suatu kaldera besar, Danau Bratan terbilang lumayan istimewa.

Berada di jalur jalan provinsi yang menghubungkan Denpasar-Singaraja serta letaknya yang dekat dengan Kebun Raya Eka Karya menjadikan lokasi ini menjadi salah satu tumpuan Tempat Wisata di Bali. Disamping mudah dicapai Danau Bratan pun menyediakan pelbagai pesona dan akomodasi yang memadai.

Di tengah telaga terdapat suatu pura yakni Pura Ulun Danu, yang adalahtempat pemujaan untuk Sang Hyang Dewi Danu sebagai pemberi kesuburan.

Tanjung Benoa
Tanjung Benoa ialah sebuah kelurahan di distrik Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Tanjung Benoa adalahTempat Wisata di Bali yang familiar akan pantainya. Tempat ini pun adalahsurganya wahana air laksana banana boat, scuba diving, parasailing, rolling donut, seawalker, flying fish, snorkeling dll. Di samping itu, ada pelayaran mengarah ke Pulau Penyu lokasi hidup dan penangkaran seekor kura-kura, ular, jalak bali, dan sebagainya.Sehingga tidak salah bila Tanjung Benoa dikenal sebagai pusat wisata bahari di Bali.

Aktifitas wahana air paling tergantung dari situasi pasang surut air laut yang dikenal istilah pasang purnama dan pasang tilem. Jika kena pengaruh bulan mati (tilem), atraksi wisata laut baru dapat dilangsungkan di atas pukul 11.00 sampai sore. Sebaliknya, bila terkena pengaruh pasang purnama (bulan penuh), wisatawan dapat memulai kegiatan wisata tirta semenjak pagi hari, selama pukul 09.00 sampai sore hari seringkali sampai jam 4 sore. Bibir pantai Tanjung Benoa mempunyai laut yang aman, nyaman dan indah. Karang lautnya masih lestari, sampai-sampai ombak bakal pecah di luar, sebelum menyentuh bibir pantai. Karena itu, di pantai Tanjung Benoa dikenal istilah ”laut dangkal” dan ”laut dalam”. Tempat Wisata di Bali.

Pesisir pantai Tanjung Benoa merangkum tujuh lingkungan/banjar, enam di antaranya masuk distrik Kelurahan Tanjung Benoa (Banjar Kerta Pascima, Anyar, Tengah, Purwa Santi, Panca Bhineka, dan Banjar Tengkulung), sementara Banjar Terora masuk distrik Kelurahan Benoa. Luas keseluruhannya 400,39 hektar, 226,64 hektar di antaranya ialah luar distrik Banjar Terora. Dengan demikian luas distrik Tanjung Benoa melulu 173,75 hektar.

Ubud
Ubud khususnya terkenal salah satu para wisatawan mancanegara sebab lokasi ini terletak salah satu sawah dan hutan yang terletak salah satu jurang-jurang gunung yang menciptakan alam paling indah. Selain tersebut Ubud dikenal sebab seni dan kebiasaan yang berkembang paling pesat dan maju. Denyut nadi kehidupan masyarakat Ubud tidak dapat dilepaskan dari kesenian. Di sini tidak sedikit pula ada galeri-galeri seni, serta arena peragaan musik dan tari yang dilangsungkan setiap malam secara bergantian di segala penjuru desa.

Sudah semenjak tahun 1930-an, Ubud, Tempat Wisata di Bali terkenal salah satu wisatawan barat. Kala tersebut pelukis Jerman; Walter Spies dan pelukis Belanda; Rudolf Bonnet menetap di sana. Mereka ditolong oleh Cokorda Gede Agung Sukawati, dari Puri Agung Ubud. Sekarang karya mereka dapat dilihat di Museum Puri Lukisan, Ubud.

 
Created Theme By | Mr. Thony